Jakarta, CNN Indonesia —

Rem parkir atau yang biasa dikenal dengan istilah rem tangan merupakan bagian dari sistem pengereman mobil. Sesuai namanya fitur ini berfungsi untuk mengunci roda mobil agar tidak bergerak ketika parkir atau berhenti.

Rem tangan membuat pengemudi tak perlu khawatir mobil bergerak karena kondisi permukaan jalan yang miring ketika berhenti. Penggunaan rem parkir juga berguna ketika mobil berhenti dalam situasi menanjak atau menurun.

Kendati kelihatannya mudah digunakan, tak semua pengemudi memakai rem parkir dengan benar. Selain itu tak semua juga paham seluk-beluknya.


Berikut berbagai hal yang mesti diketahui soal rem parkir:

Jalan tanjakan

Saat berada di jalanan tanjakan direkomendasikan mengandalkan rem tangan untuk berhenti. Hal ini agar memudahkan mulai berkendara terutama untuk transmisi manual yang butuh lebih banyak pergerakan tangan dan kaki dibanding otomatis.

Proses yang benar saat mulai berkendara yaitu masukkan gigi satu, tahan kaki di pedal kopling, lepas rem tangan, lalu injak pedal gas sambil dikombinasikan mengangkat kaki dari pedal kopling.

Melakukan proses itu dengan benar membantu keawetan kabel rem biar tidak mudah putus.

Parkir lama

Rem tangan memang banyak digunakan untuk parkir, namun bukan dalam jangka terlalu panjang. Jika Anda ingin parkir dalam waktu sangat lama, sebaiknya gunakan pengganjal saja atau masukan transmisi P pada mobil otomatis.

Penggunaan rem tangan dalam waktu lama juga biasanya akan membuat meninggalkan bekas pada piringan cakram.

Stik rem tangan

Bagi Anda yang menggunakan rem tangan model stik, tarik tuas dan pastikan berbunyi klik empat sampai tujuh kali. Jika lebih dari itu artinya setelan rem kurang pas dan perlu mendapat penanganan, mengutip situs Suzuki.

Cara benar menarik rem tangan

Anda disarankan tidak perlu berlebihan menarik rem tangan saat menggunakannya. Cara yang tepat tarik sampai 45 derajat, ini sudah cukup untuk mengunci ban dengan baik.

Tidak perlu saat lampu merah

Rekomendasi tak menggunakan rem tangan saat berhenti singkat misalnya di lampu merah ditujukan untuk jenis tombol, stik, ataupun pedal yang fungsinya menghemat kampas rem. Pada mobil matic lebih baik memosisikan tuas transmisi ke ‘N’ atau gigi netral.

Mengutip situs Daihatsu, cara penggunaan rem tangan yang tidak tepat justru dapat membuat komponen itu cepat rusak. Biaya yang harus dikeluarkan untuk perbaikan komponen ini tergolong tidak murah, seperti perbaikan kabel atau kampas rem.

Kampas rem tangan akan lebih tahan lama dalam pemakaian normal, yaitu sampai lima tahun atau setiap 10 ribu km.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]