Dewas KPK Kembali Gelar Sidang Pandangan hidup Firli Bahuri

Jakarta, CNN Indonesia —

Mahkamah Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi ( Dewas KPK ) akan kembali melanjutkan sidang dugaan pelanggaran kode ideal yang dilakukan Ketua KPK Firli Bahuri   pada Jumat (4/9) hari ini.

Sesi itu sedianya digelar pada Senin (31/8), namun diundur seiring dengan kebijakan KPK menerapkan kebijakan Work From Home (WFH).

“Benar, hari ini Jumat (4/9), sekitar pukul 09. 00 WIB, dijadwalkan sidang etik dengan terperiksa pak FB (Firli Bahuri), ” kata Plt Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (4/9).


Menurut Ali, agenda sidang adalah meneruskan pemeriksaan saksi-saksi. Berdasarkan informasi yang diterimanya, ada 4 orang bukti yang diagendakan untuk diperiksa.

“Saksi-saki yang dipanggil lembaga sidang etik diagendakan ada 4 orang saksi yang berasal dari internal maupun eksternal KPK, ” ucap dia.

Dugaan hidup mewah Firli yang menggunakan helikopter saat pulang ke kampung halamannya di Baturaja, Sumatera Selatan masuk ke cara pemeriksaan. Firli pun menyatakan jadi mengikuti proses tersebut.

Namun, Firli enggan memberikan penjelasan kepada publik usai menjalani wasit etik pada Selasa 25 Agustus lalu. Ia mengaku telah mengantarkan keterangan seluruhnya mengenai dugaan ragam hidup mewah kepada Dewan Pengawas KPK.

“Saya tak memberikan keterangan di sini. Segenap tadi sudah disampaikan ke Dewas, ” kata Firli.

Sementara Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman yang menjelma saksi sidang menerangkan bahwa dia telah menyerahkan materi tambahan yang relevan terhadap laporan penggunaan helikopter oleh Firli untuk kepentingan awak. Boyamin mengaku sudah mereka ulang perjalanan Firli dari Baturaja ke Palembang.

“Materi yang saya bawa ialah, mohon maaf karena sidang tertutup, tapi setidaknya saya bisa mengumumkan ke teman-teman, untuk melengkapi masukan saya, pada bulan Juli saya sudah rekonstruksi ke Baturaja terbang mobil dari Palembang, ” ujarnya.

Boyamin pun meminta Firli melepas jabatan ketua KPK jika terbukti melanggar kode etik. Ia menyampaikan permohonan agar Firli turun menjadi wakil ketua KPK.

“Saya sampaikan selalu jika ini nanti dugaan terbukti melanggar, saya memohon pak Firli cukup jadi Wakil Ketua. Kepala diganti orang lain, ” katanya

(yoa/ain)

[Gambas:Video CNN]