Ekonom Takut Bantuan Rp2, 4 Juta ke UMKM untuk Konsumsi

Jakarta, CNN Indonesia —

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance ( Indef ) menilai hibah kepada pelaku usaha mikro, kecil dan membuang ( UMKM ) senilai Rp2, 4 juta terlalu kecil di pusat pandemi  covid-19 . Sebelumnya, bantuan itu diberikan pemerintah dalam bentuk modal kerja.

Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad mengatakan rata-rata UMKM memiliki aset sekitar Rp50 juta. Karenanya, jika dibandingkan dengan jumlah aset maka bantuan tersebut menurutnya terlalu kecil.

“Jadi ini kecil sekali. Relatif aib kalau kita hitung persentase Rp2, 4 juta dibandingkan Rp50 juta itu sangat kecil sekali, sehingga tidak relevan dengan bantuan sejumlah itu sebagai modal kerja, ” ujarnya dalam sebuah diskusi, Kamis (27/8).


Oleh sebab itu, ia menyelami pelaku UMKM justru akan memakai bantuan itu sebagai konsumsi kiranya modal kerja. Mengingat, situasi pandemi ini telah memukul omset UMKM secara signifikan.

“Jadi, saya kira ini sekali hendak habis tidak akan efektif dorong UMKM untuk kembali normal, ” imbuhnya.

Selain itu, ia menyayangkan kebijakan pemerintah mengurangi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk UMKM dari Rp123, 47 triliun menjadi hanya Rp48, 8 triliun tahun depan.

Padahal, serapan anggaran UMKM adalah paling besar kedua setelah pelestarian sosial. Tercatat, serapan dana UMKM sebesar Rp44, 63 triliun, setara 37, 2 persen dari mutlak anggaran Rp123, 47 triliun.

[Gambas:Video CNN]

Pasalnya, sektor UMKM memiliki kontribusi besar kepada Produk Pribumi Bruto (PDB). Selain itu, UMKM juga mampu menyerap tenaga kegiatan kurang lebih 100 juta praktisi.

“Ini patut disayangkan karena penyerapannya relatif tinggi datang saat ini. UMKM ini penting karena sumbangan ke PDB pula besar secara total itu dekat 60 persen, ” katanya.

(ulf/sfr)