Jakarta, CNN Indonesia —

PT  Bukit Raja Paksi   Tbk, salah kepala produsen  besi   baja , optimis kinerja bisnis kongsi akan meningkat pada tahun ini sejalan dengan besarnya belanja  infrastruktur negeri dalam APBN 2021.

Direktur Utama GRP Argo Sangkaeng mencatat alokasi belanja APBN untuk zona infrastruktur mencapai Rp417 triliun pada tahun ini. Jumlahnya merupakan yang tertinggi pada lima tahun terakhir dalam kisaran Rp281 triliun sampai Rp394 triliun.

“Pertumbuhan kinerja industri baja diperkirakan semakin kuat di 2021 karena pertumbuhan industri konstruksi yang terutama didorong oleh alokasi untuk proyek infrastruktur APBN, ” ungkap Argo dalam keterangannya, Jumat (7/5).


Alokasi uang tersebut, sambungnya, akan mengakar ke pembangunan infrastruktur di kawasan industri dan wisata. APBN juga akan dikucurkan ke infrastruktur melalui agenda padat karya.

Selain itu, alokasi uang infrastruktur juga akan dikeluarkan untuk pembangunan fasilitas & penyediaan kesehatan umum dan kebutuhan dasar. Misalnya, cairan, sanitasi, perumahan, hingga pengukuhan sistem kesehatan nasional.

Pemerintah juga hendak menggunakan dana belanja infrastruktur untuk penyelesaian kegiatan pengutamaan yang tertunda di 2020. Kinerja bisnis yang bertambah baik juga didukung sebab program penanganan dampak pandemi covid-19 dan vaksinasi.

“Tren peningkatan tersebut diperkirakan terus berlanjut di dalam 2021-2025, ” imbuhnya.

Sementara pada 2020, perusahaan membukukan pendapatan sebesar US$613 juta atau setara Rp8, 73 triliun (kurs Rp14. 250 per dolar AS). Kongsi mencatat rugi bersih sebesar US$8, 95 juta ataupun setara Rp127, 53 miliar.

Kendati puntung, namun jumlahnya berkurang daripada tahun lalu. Pada 2019, pendapatan perusahaan US$823, 5 juta atau Rp11, 73 triliun, namun mencatat rugi US$20, 77 juta atau Rp295, 97 miliar.

Perusahaan menyiapkan kurang strategi untuk meningkatkan bisnis ke depan, yaitu memajukan tata kelola dan dominasi perusahaan, investasi pada peningkatan teknologi, pergantian mesin dengan lebih efisien, hingga menaikkan produk dan kapasitas buatan.

[Gambas:Video CNN]

(uli/bir)