Jakarta, CNN Indonesia —

Harga minyak mentah dunia naik tipis pada perdagangan Jumat (23/7), waktu Amerika Serikat (AS). Kenaikan tersebut menandakan penguatan selama empat hari berturut-turut pada pekan lalu.

Mengutip Antara, Senin (26/7), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September pada Jumat lalu naik 31 sen atawa 0,4 persen menjadi US$74,1 per barel.

Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik 16 sen atau 0,2 persen menjadi US$72,07 per barel.


Secara mingguan, Brent berhasil naik 0,7 persen dan WTI menguat 0,4 persen.

Sebelum terjadi reli, harga minyak mentah sempat terjun 7 persen pada Senin (19/7) lalu. Kemudian, harga mulai menguat ditopang oleh ekspektasi pemulihan dari investor dan penurunan stok minyak. Di sisi lain, peningkatan vaksinasi turut menambah gairah pasar.

Tak hanya minyak, aset berisiko lainnya juga anjlok pada awal pekan lalu karena kekhawatiran dampak kasus covid-19 varian Delta terhadap permintaan minyak.

“Kekhawatiran permintaan terbukti dibesar-besarkan, itulah sebabnya harga minyak telah pulih. Meskipun ada ekspektasi pasokan minyak, pasar minyak akan tetap sedikit kekurangan pasokan hingga akhir tahun,” kata Commerzback lewat catatan.

Pertumbuhan permintaan diperkirakan akan melebihi pasokan setelah OPEC+ menyepakati penambahan 400 ribu barel per hari (bph) setiap bulan mulai Agustus.

Kendati begitu, Analis ANZ Research menilai kenaikan tersebut dinilai tidak mencukupi permintaan di AS dan belahan dunia lainnya.

Sementara itu, persediaan minyak mentah AS di titik pengiriman Cushing Oklahoma untuk WTI naik 2,1 juta barel pekan lalu. Angka itu merupakan level terendah sejak Januari 2020.

[Gambas:Video CNN]

(wel/sfr)