India Setop Investigasi Anti Dumping Buatan Kain RI

Jakarta, CNN Indonesia —

India menghentikan penyelidikan kembali (re-investigasi) minus pengenaan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) produk kain bukan  tenunan untuk impor dari Indonesia.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengungkap penghentian  penyelidikan tersebut menjadi kabar baik bagi pabrik tekstil.

“Penghentian penyelidikan ini tentunya merupakan kabar dengan membahagiakan bagi industri tekstil Nusantara yang saat ini sedang diterpa pandemi covid-19. Terlebih, industri kain merupakan industri padat karya dan menjadi salah satu unggulan Indonesia, ” ujar Agus dalam tanda resmi, Rabu (23/9).



Penyelidikan awal untuk kasus ini dilakukan sejak 16 Juni 2016 dan diputuskan untuk dihentikan pada 2 September 2017. Namun, pada satu Juli 2020, DGTR melakukan penyelidikan kembali terhadap kasus ini secara dasar keputusan Custom, Excise & Service Tax Appellate Tribunal (CESTAT) India pada 12 Februari 2020 yang mengabulkan gugatan industri domestik.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Didi Sumedi menjelaskan penghentian penyelidikan untuk kali ke-2 ini merupakan bukti kerja sebanding yang solid antara pemerintah, federasi, dan eksportir.

“Selain itu, keputusan India tersebut membuktikan bahwa eksportir Indonesia tidak menyelenggarakan praktik dumping terhadap produk kain bukan tenunan ke India. Tentunya, peluang ini harus dimanfaatkan dengan optimal oleh para eksportir, ” jelasnya.  

Untuk produk kain bukan tenunan, India merupakan negara yang cukup menjanjikan. Impor India dari seluruh negeri pernah mencapai US$62, 1 juta pada 2018 dan merupakan kadar tertinggi selama sepuluh tahun belakang (2009-2019) walaupun mengalami penurunan menjadi US$46, 1 juta pada 2019.

Bagi eksportir Indonesia, India merupakan pasar ekspor terbesar untuk produk kain bukan tenunan. Total ekspor Indonesia ke India untuk produk itu pada 2019 mencapai US$11, 4 juta atau 50, 6 upah dari total ekspor kain tidak tenunan Indonesia ke seluruh negeri.

Ekspor produk tersebut ke India juga memiliki  tren peningkatan sebesar 10, 1 obat jerih dari tahun 2015-2019.

Direktur Pengamanan Perdagangan Pradnyawati memasukkan melihat data statistik tersebut, oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa penghentian pengkajian ini memberikan berkah yang gede pada industri industri tekstil dan produk tekstil Indonesia.

“Selain itu, awak mencatat terjadi tren peningkatan dengan cukup signifikan untuk ekspor kain bukan tenunan dari Indonesia ke India, yaitu sebesar 12, 9 persen selama periode 2017-2019 ataupun setelah penyelidikan awal dihentikan. Dengan dihentikannya penyelidikan kembali kasus ini, maka tren positif tersebut awak harapkan akan terus naik, ” pungkasnya.

Kain tidak tenunan adalah kain lembaran berpori atau berumbai yang dibuat tepat dari serat terpisah, plastik lebur atau film plastik. Kain macam ini tidak dibuat dengan ditenun atau dirajut dan tidak perlu mengubah serat menjadi benang.

Penggunaan kain jenis tersebut utamanya untuk produk kesehatan dan medis, termasuk untuk membuat masker dan alat medis dari kain.

[Gambas:Video CNN]

(age/bir)