Jakarta, CNN Nusantara —

Jaksa Agung   ST Burhanuddin  menginstruksikan jajarannya untuk memberikan tuntutan maksimal kepada para terdakwa  pelanggaran protokol kesehatan tubuh terkait  Covid-19 .

Dia mencontohkan, beberapa urusan seperti yang terjadi di Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Kualanamu, Medan.

“Jaksa Agung memerintahkan penanganan kasus-kasus dimaksud agar para jaksa melaksanakan  secara profesional, komperhensif dan tuntas. Apabila benar bersalah agar dituntut secara maksimal, ” kata Besar Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan terekam, Kamis (29/4).


Dia mengatakan pelanggaran protokol kesehatan tersebut benar membahayakan keselamatan masyarakat semasa masa pandemi  virus corona.

Oleh pokok itu, kata dia, pihaknya akan dengan konsisten menerapkan ketentuan protokol kesehatan serta melakukan penegakan hukum secara menuntut para pelaku kejahatan secara maksimal.

“Untuk menimbulkan efek insaf sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat lainnya untuk tidak melakukan hal yang cocok ataupun mencoba melakukan pengingkaran protokol kesehatan, ” tambahan dia.

Sebelumnya Polda Metro Jaya menangkap tujuh masyarakat negara India dan 4 warga negara Indonesia dalam kasus pelanggaran karantina kesehatan tubuh. Mereka kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Pengungkapan ini bermula zaman penerbangan pesawat carter Cairan Asia QZ 988 dari Chenai, India tiba di Bandara Soekarno Hatta di 21 April lalu.

Di pesawat tersebut terdapat 132 penumpang. Tetapi setelah dilacak, ternyata ada beberapa penumpang yang tidak mengikuti proses karantina.

“Yang terjadi ialah, tahap satu ini telah lewat, didampingi oknum tersangka ini, ada beberapa orang yang membantu di sini, membantu untuk jadi calonya itu dengan bayaran beraneka ragam, ada Rp6 juta sampai Rp7, 5 juta per orang. Bisa lulus tanpa masuk karantina, mampu langsung ke rumahnya atau apartemennya, ” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Rabu (28/4).

Sementara, di Bandara Kualanamu sendiri enam petugas tengah diperiksa oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Sumut lantaran menggunakan instrumen kesehatan bekas pakai.

Hal itu dilakukan usai kepolisian menggerebek wadah pelayanan rapid test antigen di Lantai Mezzanine Bandara Kualanamu (KNIA) Deliserdang, Selasa (27/4). Penggerebekan tersebut bermula dari aksi petugas yang menyamar sebagai salah mulia penumpang dan ikut berurut di posko pelayanan rapid test antigen Bandara Kualanamu.

“Personel menyembunyikan enam orang petugas dengan melakukan pemeriksaan rapid test di sana kemarin sore. Enam orang yang diamankan saat ini tengah dimintai keterangan, ” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Rabu (28/4).

(mjo/pmg)

[Gambas:Video CNN]