Kemenkeu Sorot Pelanggaran Etik Lembaga Profesi Keuangan RI

Jakarta, CNN Indonesia —

Carik Jenderal  Kementerian Keuangan   Hadiyanto mengamati banyaknya pelanggaran kode etik & ketidaksesuaian prosedur yang dilakukan lembaga profesi  jasa keuangan di Indonesia belakangan ini.

Ia tak menyebutkan spesifik kasus pelanggaran kode etik serta ketidaksesuaian tersebut. Namun, salah satu pelanggaran yang banyak terjadi adalah penghitungan terkait cadangan teknis. Selain itu, karakter investasi yang ekspansif namun tidak kredibel.

“Praktek yang mencoreng profesionalisme pemberian jasa profesi keuangan seperti yang terjadi akhir-akhir ini di negara kita adalah situasi di mana profesi tak menerapkan prosedur yang sesuai ketentuan standar maupun kode etik, ” ucapnya dalam webinar yang digelar Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada, Minggu (11/10).



Di bibir itu, profesi keuangan juga balik menjadi sorotan terkait kualitas serta imparsialitas atau kenetralan dalam melaksanakan profesi. Padahal, buruknya kualitas ataupun imparsialitas dalam profesi jasa keuangan telah terbukti menimbulkan kerugian gembung.

Hadiyanto mencontohkan praktek penyimpangan prinsip integritas salah satunya adalah krisis finansial akibat subprime mortgage . Menurutnya, contoh tersebut perlu dijadikan disiplin berharga terkait pentingnya menjaga status dan imparsialitas tersebut.

Lantaran itu, Kemenkeu mendorong profesi jasa keuangan melalui asosiasi yang akan mengambil tindak lanjut lebih aktif dengan melakukan berbagai perubahan.

“Baiknya melakukan evaluasi penting untuk melahirkan public trust melalui peningkatan kapasitas profesi melalui pelaksanaan continuous professional development, ” ucapnya.

Sampai dengan saat ini, sirih Hadiyanto, profesi keuangan yang diregulasi oleh Kemenkeu sendiri mencapai 30 ribu.

“Keseluruhan pekerjaan tersebut telah memberikan lebih lantaran 250 ribu produk atau kebaikan pada 2019, ” tandasnya.

[Gambas:Video CNN]

(hrf/age)