Kondisi Daerah Ditetapkan Zona Merah Corona di Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia —

Pemerintah mengumumkan 53 wilayah kabupaten/kota merembes zona merah Covid-19   atau wilayah dengan risiko penularan agung di Indonesia pada Senin (27/7). Jumlah ini bertambah dari 35 daerah zona merah Covid-19 di dalam pekan lalu.

Ada empat zona risiko wilayah persebaran virus corona yang ditetapkan pemerintah, yakni zona merah untuk risiko tinggi, zona oranye untuk efek sedang, zona kuning untuk efek rendah, dan zona hijau untuk tak terdampak.

Untuk kabupaten/kota yang masuk zona oranye bertambah dari 169 pada pekan lalu menjadi 185 kabupaten/kota.


Sementara buat wilayah yang termasuk zona kuning terdapat 182 kabupaten/kota. Sedangkan untuk wilayah yang masuk zona muda yakni tidak ada kasus sebanyak 51 kabupaten/kota dan tidak terdampak sebanyak 43 kabupaten/kota.

Penentuan zona risiko persebaran virus corona tersebut ditentukan berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat menggunakan skoring dan pembobotan.

Dikutip sebab situs resmi covid19. go. id, terdapat tiga indikator untuk menentukan zonasi risiko suatu wilayah, yaitu indikator epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, & indikator pelayanan kesehatan.

Masing-masing indikator tersebut memiliki sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Untuk indikator epidemiologi terdapat 10 syarat sebagai berikut:

1. Penurunan jumlah peristiwa positif pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
dua. Penurunan jumlah kasus kontak baik dan suspek pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
3. Penurunan jumlah meninggal urusan positif pada minggu terakhir sejumlah ≥50% dari puncak
4. Penurunan jumlah meninggal kasus relasi erat dan suspek pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
5. Penurunan jumlah kejadian positif yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
6. Penurunan jumlah kasus kontak erat dan suspek yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
7. Persentase kumulatif kasus sembuh dari seluruh kasus positif
8. Kenaikan jumlah selesai pemantauan dari peristiwa kontak erat dan suspek selama 2 minggu terakhir
9. Laju insidensi kasus positif per 100. 000 penduduk
10. Mortality rate kasus positif per 100. 000 penduduk

Tatkala indikator surveilans kesehatan masyarakat diukur sejak jumlah pemeriksaan sampel diagnosis yang meningkat selama dua minggu final dan positivity rate rendah dengan tumpuan kurang dari 5 persen. Positivity rate merupakan rasio jumlah orang yang dites corona dengan hasil positif yang diperoleh.

Untuk indikator pelayanan kesehatan salah satunya diukur dari jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS punca yang menampung lebih dari 20 persen jumlah pasien positif corona yang dirawat di RS.

Selain itu juga berdasarkan jumlah tempat tidur di RS rujukan yang berharta menampung lebih dari 20 upah jumlah kasus kontak erat, suspek, dan pasien positif corona pada RS.

Sumber bukti yang digunakan untuk menghitung parameter itu berasal dari data kasus positif dan pemeriksaan laboratorium berdasarkan data surveilans Kementerian Kesehatan.

Sementara untuk data pasien kontak erat, suspek, dan kapasitas penyajian RS, diperoleh dari data RS online di bawah koordinasi Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes.

Dari indikator tersebut, selanjutnya dikerjakan skoring dan pembobotan yang lalu dijumlahkan untuk mengetahui zona risiko di tiap wilayah.

Dikutip dari acara di akun Youtube BNPB 8 Juni lalu, pembobotan ini dihitung dengan kategori sebagai berikut:

1. Zona merah (0-1, 8)
2. Zona oranye (1, 9-2, 4)
3. Zona kuning (2, 5-3)
4. Zona hijau (tidak terekam kasus positif corona)

(psp/fra)

[Gambas:Video CNN]