Jakarta, CNN Nusantara —

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Manipulasi ( KPK ) langsung mengusut kerja sama yang dilakukan antara penyidik AKP Stepanus Robin Pattuju dengan pengacara Maskur Husain terkait penanganan kasus dugaan korupsi.

Stepanus  dan Maskur diketahui telah ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus perkiraan korupsi terkait lelang kedudukan di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang menyeret Wali Kota M. Syahrial.

“MH [Maskur Husain] diperiksa sebagai saksi sekaligus tersangka. Dikonfirmasi antara lain terkait dengan kerja sebanding yang bersangkutan dengan simpulan SRP [Stepanus] untuk pengurusan dugaan pengerjaan perkara tersangka MS [M. Syahrial] di KPK, ” ujar Plt. Tukang Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Jumat (18/6).


Dalam kasus ini, penyidik lembaga antirasuah juga membuktikan salah seorang saksi dari unsur swasta bernama Agus Susanto dan mendalami peristiwa dugaan aliran uang. Agus sudah dimasukkan KPK ke dalam daftar cegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan.

“Agus Susanto (swasta), dikonfirmasi antara lain terkait secara dugaan aliran sejumlah uang dari tersangka SRP melalaikan rekening bank pihak lain, ” kata Ali.

Berdasarkan perkembangan pemeriksaan, KPK menduga uang manipulasi mengalir ke sejumlah pihak. Dua di antaranya adalah ke Aliza Gunado (swasta) dan seorang ibu sendi tangga bernama Gita Varera.

Penyidik KPK sudah mengusut aliran uang dugaan manipulasi dengan memeriksa Aliza dan Gita, Kamis (17/6).

Stepanus diduga menyambut Rp1, 3 miliar daripada Syahrial. Suap diberikan supaya Stepanus membantu menghentikan analisis kasus dugaan korupsi lelang jabatan di Pemerintah Tanah air Tanjungbalai yang disinyalir mengganjur Syahrial.   Maskur Husain  juga turut menerima kekayaan tersebut.

Tetapi, penyelidikan kasus itu pada kenyataannya tetap berlanjut.  

(ryn/sfr)

[Gambas:Video CNN]