Jakarta, CNN Indonesia —

Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan   mengungkapkan bahwa kapal menghunjam KRI Nanggala-402   pernah menjalani perbaikan di  Korea Selatan selama besar tahun, pada 2012.

“Sudah dilakukan overhaul [pemeriksaan] terbaru di Daewoo, Korea Selatan pada 2012 selama 24 bulan, yang diperbaiki itu menyeluruh, overhaul dan retrofit , ” kata dia,   pada wartawan, Jumat (23/4)

Menurutnya, KRI Nanggala-402 sebenarnya merupakan kapal selam dengan teknologi terbaru  meski  masih sangat layak jadi armada tempur.


“Artinya, kapal selam ini sudah dilengkapi dengan peralatan serta teknologi tempur maupun berdiam yang sudah diperbarui semenjak 2012, ” ujarnya.

Bahkan, lanjut Farhan, teknologi yang ada pada KRI Nanggala-402 berasal dari Norwegia, negara yang teknologi kapal selamnya diakui negeri.

“Teknologi dengan diadopsi pun berasal lantaran Norwegia, yaitu salah utama negara yang memiliki teknologi kapal selam ternama di dunia, ” ujar Farhan.

Sebelumnya, Pemangku Ketua Komisi I DPR Utut Adianto menyatakan insiden Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak dalam perairan Bali merupakan alarm bahwa alutsista milik TNI perlu peremajaan.

Menurutnya, penuh alutsista milik TNI yang sudah berusia tua dan dalam kondisi rusak zaman ini.

“Lagi-lagi ini adalah sinyal sahih bahwa TNI kita khususnya alutsista perlu peremajaan, kita tidak ingin melihat tersebut kembali terjadi. Kita cakap baik Angkatan Laut maupun Angkatan Udara kita, misalnya alutsista kita sudah dalam tua dan rusak, ” kata Utut di Pelik Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (22/4).

Senada, anggota Komisi I DPR Farah Puteri Nahlia meminta pemerintah memprioritaskan agenda modernisasi alutsista dan mengevaluasi seluruh kegiatan dan penganggaran yang tidak berkaitan secara tugas utama TNI sebagai alat pertahanan.

Menurutnya, KRI Nanggala-402 yang merupakan kapal buatan 1979 sudah seharusnya diganti dengan yang lebih baru.

Infografis Kekuatan Pencari Kapal Menyelundup KRI Nanggala-402. (Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian)

Di kesempatan berbeda, Menhan Prabowo Subianto menyatakan bahwa alutsista bukan barang melimpah. Bahkan tergolong sangat langka jika dilihat dari hajat belanja negara.

“Penguatan modernisasi alutsista TNI merupakan kebutuhan yang mendesak mengingat kondisi alutsista yang masih terbatas. Terpenting yang harus digaris bawahi serta kita semua harus hirau, ” ucapnya.

“Alutsista di bidang pertahanan memang cukup mahal. Makin bisa saya katakan ya sangat mahal. Sangat langka, ” kata Prabowo saat menggelar konferensi pers di Bali, Kamis (22/4).

Prabowo menyebut pimpinan negara-negara lain pun berpandangan serupa. Belanja alutsista sering menjadi dilema.

Di kepala sisi, alutsita modern sungguh dibutuhkan. Di sisi dengan lain, butuh biaya dengan mahal untuk pengadaan. Terlebih, pemerintah Indonesia juga tetap ingin meningkatkan kesejahteraan prajurit di samping modernisasi alutsista.

“Dilema kudu mengutamakan pembangunan kesejahteraan, tapi menjaga kemampuan pertahanan biar kedaulatan kita tidak diganggu, ” kata dia.

(mts/arh)

[Gambas:Video CNN]