Jakarta, CNN Indonesia —

Kepolisian Gilford, New Hampshire, Amerika Serikat , menerbitkan tulisan perintah penahanan untuk penyanyi rock  Marilyn Manson terkait kasus  kekerasan terhadap seorang juru kamera.

Dilansir Reuters , Kamis (27/5), Kepolisian Gilford menyatakan sebenarnya Manson dan pengaruh hukum serta manajemennya sudah mengetahui tentang perkara telaahan tindak kekerasan itu. Namun, karena dinilai tidak ada itikad baik dari Manson untuk menjalani proses norma, maka polisi memutuskan menjadikan surat perintah penahanan.

“Kepolisian Gilford menerbitkan surat arahan penahanan untuk Brian Hugh Warner alias Marilyn Manson dalam kasus dugaan kejadian kekerasan ringan dan perlakuan tidak menyenangkan kelas A di Paviliun Bank New Hampshire pada 2019, ” demikian isi pernyataan Kepolisian Gilford.


Sampai saat ini kuasa hukum ataupun manajemen Manson belum memberikan tanggapan menghantam hal itu.

Menurut informasi, aksi kekerasan itu terjadi pada 18 Agustus 2019. Saat tersebut Manson menggelar konser dalam Paviliun Bank New Hampshire.

Saat itu sang juru kamera disewa oleh penyelenggara acara buat merekam konser Manson. Dia ditempatkan di antara panggung dan pagar pembatas penonton.

Diduga saat itu Manson melakukan kekerasan terhadap si juru kamera. Namun, penjaga menyatakan surat perintah pengurungan terhadap Manson didasarkan pada asas praduga tak bersalah.

Jika benar bersalah melakukan kekerasan, Manson bisa dipidana dengan balasan penjara selama satu tarikh dan denda.

Manson juga dilaporkan dibelit kasus kekerasan dalam panti tangga. Perkara itu tengah diusut oleh Kantor Sheriff Los Angeles County.

Selain itu, 3 orang perempuan dan pemain film sekaligus serial televisi Westworld, Evan Rachel Wood, mengaku dilecehkan oleh Manson.

Alhasil Manson didepak dari label rekaman akibat dugaan pelecehan tersebut.

(ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]