Menakar Vaksin Bio Farma yang Diguyur Dana Segar Bill Gates

Jakarta, CNN Indonesia —

PT Bio Farma (persero) mengaku memiliki dana dari organisasi kemanusiaan milik pendiri Microsoft Bill Gates , Bill & Melinda Gates Foundation buat menemukan vaksin polio terbaru (nOPV).

Vaksin yang medium dikembangkan itu diketahui tengah di proses mendapatkan izin Emergency Use Listing (EUL) dari Badan Kesehatan tubuh Dunia (WHO).

Melansir laman resmi, Bio Farma mendapat kepercayaan dari Gates untuk menjumpai vaksin polio generasi baru bernama nOPV pada April 2019. Bo Farma diminta melakukan pengembangan teknologi vaksin, Uji Klinis tahap 1-3, hingga proses produksi.



Kepercayaan dari BMGF kepada Bio Farma muncul dalam pertemuan Annual Meeting IMF-World 2018 di Bali, pada Oktober 2018. Kala tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani selalu menegaskan pemerintah siap membantu Bio Farma agar vaksin polito tidak hanya diproduksi oleh negara Barat.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari mengklaim kerjasama antara pihaknya dengan BMGF juga meliputi transfer teknologi. Perusahaan pelat merah itu pun berharap kerjasama dengan BMGF mampu menambah potofolio.

Melansir  Globe Newswire, BMGF menghibahkan simpanan sebesar US$6, 5 juta atau Rp95, 5 miliar (kurs Rp14. 693) kepada perusahaan farmasi pokok Belanda, yakni Batavia Biosciences di dalam bulan September 2019.

Dalam keterangan resminya, Batavia Biosciences bekerja sama secara Bio Farma dan PATH, sebuah organisasi global yang didedikasikan buat ekuitas kesehatan dalam mengembangkan   virus polio tipe 2 (nOPV2) untuk membantu melindungi anak-anak pada seluruh dunia dari wabah polio di masa depan.

Batavia Biosciences saat ini memproduksi kandidat vaksin polio oral (nOPV) yang dilemahkan dan aman di fasilitas Good Manufacturing Practices (GMP).

Vaksin nOPV2 dengan akan dikembangkan di bawah derma dari Bill & Melinda Gates Foundation merupakan vaksin nOPV pertama yang melalui pengembangan klinis, yang kemudian diikuti oleh vaksin buat nOPV1 dan nOPV3.

CSO Batavia Biosciences, Chris Yallop menuturkan vaksin nOPV2 yang disediakan Bio Farma merupakan yang menyesatkan maju dalam perkembangan klinis serta paling banyak diminati.

“Keberhasilan pengembangan proses manufaktur berbiaya rendah untuk strain PV2 pertama akan memungkinkan kami menerapkan cara yang kami kembangkan selanjutnya ke strain PV1 dan PV3 terakhir, ” ujar Yallop.

Proses pembuatan vaksin nOPV2 didasarkan pada platform pembuatan vaksin berbiaya rendah yang sangat intensif yang dikembangkan Batavia Biosciences bersama secara Univercells untuk vaksin polio Sabin yang dilemahkan (sIPV).

Platform itu menggabungkan teknologi manufaktur Univercells NevoLine™ secara teknologi Highly Intensified Process (HIP -Vax) Batavia Biosciences untuk vaksin virus.

Sayangnya, tidak dijelaskan secara rinci berapa besar Bio Farma mendapat bagian dari hibah itu. Tetapi, Batavia Biosciences juga menerima hibah lanjutan sebesar US$2, 2 juta atau Rp32, 3 miliar lantaran PATH untuk mengembangkan dan melahirkan vaksin virus polio oral anyar (nOPV).

Pada Januari tahun 2018, Batavia Biosciences mengumumkan kemitraan dengan PATH, di mana Batavia menerima hibah US$4 juta atau Rp58, 7 miliar buat menghasilkan master dan benih virus calon vaksin polio nOPV1, nOPV2, dan nOPV3.

Di sisi lain, Batavia Biosciences mengiakan juga telah menerima   menghadiahkan US$13, 2 juta atau Rp193, 3 miliar dari BMGF buat memproduksi vaksin polio inaktif status klinis (sIPV). Terkiat dengan vaksin itu, Univercells dan Batavia Biosciences telah menerima hibah US$12 juta atau Rp176, 3 miliar

Uang sebanyak itu diminta digunakan untuk mengembangkan platform manufaktur yang mengintegrasikan pemrosesan berkelanjutan secara intensifikasi proses yang sangat mulia untuk secara radikal mengurangi jejak dan biaya pembuatan vaksin.

Dalam program itu, Batavia Biosciences mengembangkan proses pembuatan vaksin polio dan Univercells mengembangkan teknologi manufaktur NevoLine™.

CNNIndonesia. com telah menghubungi Bio Farma untuk meminta keterangan lebih lanjut mengenai derma hibah dari BMGF. Namun, belum ada tanggapan hingga berita tersebut diturunkan.

Untuk diketahui, Bill Gates memang sejak periode menaruh perhatian khusus pada pencegahan dan pemberantasan penyakit, seperti polio hingga influenza.

Pada blog resmi, Bill Gates memperhitungkan 200. 000 anak akan terkena setiap tahun pada tahun 2029 jika berhenti mencoba memberantas polio hari ini. Selain itu, Gagasan Pemberantasan Polio Global akan membutuhkan total US$3, 27 miliar untuk melanjutkan pekerjaannya selama 5 tarikh ke depan.

Bagi Bill, penyakit seperti api sebab tidak akan padam jika cuma dipadamkan sebagian.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]