Jakarta, CNN Indonesia —

Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung ( Kejagung ) menelusuri dugaan  korupsi dana hibah pemerintah kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dengan mengalir ke sejumlah atlet. Penelusuran dilakukan dengan mengawasi dua orang saksi.

“Hari ini Jaksa Penyidik memeriksa dua karakter saksi yang terkait secara perkara dugaan tindak pindana korupsi bantuan dana pemerintah kepada KONI Pusat pada Kementerian Pemuda dan Gerak Republik Indonesia (Kemenpora RI) Tahun Anggaran 2017, ” kata Kepala Pusat Pencerahan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjutak pada Jakarta, Senin (14/6), serupa dikutip dari Antara .

Leonard mengungkapkan saksi peryama  yang diperiksa yakni Muhammad Faisal selaku Bendahara Pengeluaran Pembantu Satlak Prima Tahun 2017. Lalu, saksi ke-2, Tarno selaku Kepala Dunia Prasarana dan Sarana Teknis pada Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional.


Kedua saksi diperiksa menghantam klarifikasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap atlet dengan menerima dana hibah pemerintah melalui Kementerian Pemuda serta Olahraga yang disalurkan oleh KONI  pada tahun taksiran 2017.

Taat Leonard, pemeriksaan saksi dikerjakan untuk memberikan keterangan untuk kepentingan penyidikan tentang sejenis perkara pidana yang didengar sendiri oleh saksi, dipandang dan dialami sendiri bertugas menemukan fakta hukum mengenai tindak pidana korupsi dengan terjadi kepada KONI Tengah pada  Kemenpora.

Pada Senin kemarin,   Jaksa Agung Burhanuddin dalam rapat kerja dengan Persen III DPR RI menyebutkan kasus dugaan tindak kejahatan korupsi dana hibah KONI Pusat menjadi salah mulia perkara prioritas yang cukup ditangani oleh pihaknya era ini.

“Penanganan perkara saat ini pantas dalam tahap penyidikan, ” kata Burhanuddin.

Kasus dugaan korupsi itu bermula ketika  Kemenpora memberikan bantuan uang kepada KONI Pusat sejumlah Rp25 miliar pada Desember 2017 untuk pembiayaan kalender pendampingan, pengawasan, dan monitoring program peningkatan prestasi cara raga nasional menuju Asian Games 2018.

Dalam pelaksanaannya diduga berlaku penyimpangan penggunaan dan tata dana yang dilakukan perseorangan pihak Kemenpora dan oknum KONI Pusat dengan memproduksi laporan fiktif dan pemasokan barang dan jasa minus prosedur lelang sehingga mendatangkan kerugian negara.

Sebanyak 155 saksi & dua ahli telah diperiksa dalam penyidikan kasus tersebut dari rencana 715 karakter yang akan diperiksa sebagai saksi. Jaksa penyidik selalu telah menyita 253 sertifikat dan surat terkait urusan ini. Adapun total kesialan negara dalam kasus ini masih dalam proses perkiraan BPK.

(Antara/sfr)

[Gambas:Video CNN]