Menghitung Tukin, Komponen yang Dihapus sebab Gaji ke-13 PNS

Jakarta, CNN Indonesia —

Pemerintah memutuskan tidak akan mendaftarkan komponen tunjangan kinerja ( tukin ) pada pembayaran gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara ( ASN ), seperti  PNS, TNI, dan Polri pada tahun ini. Komponen tunjangan yang diberikan hanya mencakup tunjangan melekat jabatan seperti tunjangan rumpun.  

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengucapkan kebijakan ini serupa dengan pembalasan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para abdi negara pada beberapa waktu lalu. Begitu juga dengan ketentuan penerima gaji ke-13 yang sama dengan THR, yaitu hanya diperuntukkan bagi eselon III ke kolong.  

“Tidak termasuk tunjangan kinerja. Hanya gaji sari dan tunjangan melekat, untuk rumpun dan jabatan. Kebijakan dan besaran sama dengan skema dalam mas THR yang lalu, ” ungkap Askolani kepada CNNIndonesia. com , Selasa (21/7).  


Lantas, apa itu tukin? Bagaimana jalan menghitungnya?  

Tunjangan kinerja berdasarkan Peraturan Kepala Awak Kepegawaian Negara Nomor 20 Tahun 2011 tentang Pedoman Perhitungan Tunjangan Kinerja Pegawai Negeri Sipil merupakan salah satu tunjangan yang diberikan pada PNS. Besaran pemberiannya didasarkan di dalam hasil evaluasi jabatan dan capaian prestasi kerja PNS.

Untuk menentukan besaran tunjangan kinerja PNS yang adil, objektif, transparan, dan konsisten sesuai dengan berat ringannya suatu jabatan, maka pem tunjangan kinerja harus didasarkan di dalam nilai atau kelas suatu posisi yang diperoleh melalui proses pertimbangan jabatan.

Dalam melaksanakan penilaian suatu jabatan melalui metode evaluasi tersebut digunakan sistem pertimbangan berdasarkan faktor jabatan dengan kriteria penilaian sebagai berikut.

Pertama , untuk jabatan struktural, digunakan faktor dan kriteria seperti, ruang lingkup program dan dampak, pengaturan sistem, wewenang kepenyeliaan, manajerial, dan ikatan personal.

Ke-2 , untuk jabatan fungsional memikirkan pengetahuan yang dibutuhkan jabatan, pengoperasian dan pengawasan penyelia, pedoman kerja, dan kompleksitas tugas.

Ketiga , akan ditentukan pula pada tingkatan jabatan. Masa ini, setidaknya ada 17 level jabatan di ASN dengan ukuran jabatan yang berbeda-beda di setiap kelas.  

Nilai jabatan terendah ditetapkan sebesar 190, sedangkan tertinggi 4. 730. Sementara indeks besaran rupiah sebesar Rp5. 000. Dari sini, formula menghitung tukin tinggal menunjuk pada nilai jabatan dikali indeks rupiah.  

Meneladan, untuk PNS di tingkat 17 dengan besaran nilai jabatan sebesar 4. 730, maka tinggal dikali Rp5. 000 dan dapatlah angka tukin sebesar Rp23, 65 juta.  

Sementara secara total, pemerintah menganggarkan dana buat pembayaran gaji ke-13 sebesar Rp28, 5 triliun pada tahun ini. Rinciannya terdiri dari gaji derma tunjangan ASN pusat Rp6, 73 triliun, pensiunan Rp7, 86 triliun, dan ASN daerah Rp13, 89 triliun.  

[Gambas:Video CNN]

(age)