PBB: Vaksin Corona Tak Bisa Memperbaiki Kerusakan Pandemi

Jakarta, CNN Indonesia —

Carik Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa keberadaan  vaksin corona tidak bisa mengikuti merta memperbaiki kerusakan dari pandemi global yang berlangsung selama bertahun-atau atau bahkan hingga beberapa dekade mendatang.

Guterres menyangka beberapa negara yang sejak introduksi pandemi mengabaikan atau menolak rekomendasi WHO sehingga upaya penanganan dengan ditempuh salah arah.

“Hampir setahun setelah pandemi, awak menghadapi tragedi kemanusiaan, dan kesehatan tubuh masyarakat, darurat kemanusiaan dan pembangunan, ” kata Guterres di tumpuan pemimpin dunia pada sesi istimewa rapat umum tentang Covid-19 sesuai mengutip Associated Press.


Pernyataan Guterres merujuk pada meningkatnya angka kekurangan dan ancaman kelaparan serta resesi ekonomi terbesar dalam delapan dekade terakhir yang dihadapi masyarakat ijmal.

Menurutnya, dampak tersebut bukan hanya sebab pandemi virus corona, tetapi selalu hasil dari ketidaksetaraan dan ketidakadilan jangka panjang ketika pandemi tidak segera ditangani dengan baik.

Hampir 80 pemimpin negeri, lebih dari 50 menteri serta 10 wakil pemimpin dunia dijadwalkan untuk berbicara selama sesi istimewa rapat yang dibuka oleh Pemimpin Majelis Umum PBB Volkan Bozkir. Sekitar 193 diplomat anggota PBB mengenakan masker saat menghadiri wasit.

Bozkir mengatakan sesi mengenai vaksin corona merupakan ujian untuk multilateralisme terkait upaya dengan harus dilakukan dunia untuk menetapkan akses yang adil dan pecah. Negara-negara di dunia harus berlaku sama untuk melindungi negara yang paling rentan dalam menyediakan sumber daya yang memadai untuk perbaikan ekonomi.

Guterres mendesak anggota G20 untuk mendukung agenda akselerator bagi negara yang noda uang untuk mengembangkan dan mengirimkan vaksin, termasuk program Covax.

Ia mengiakan merasa frustrasi karena kurangnya respons pemimpin dunia, terlihat dari kurangnya pendanaan untuk mendukung program tersebut dari target sebesar US$28 miliar.

Di seluruh dunia hingga saat ini tercatat ada 160 kandidat vaksin corona, sekitar 50 diantaranya sudah melakukan uji klinis. Produsen vaksin BioNTech dengan digandeng Pfizer, dan Moderna sekitar ini mengklaim keampuhannya melampaui 90 persen.

Perusahaan pokok Jerman BioNTech yang digandeng Pfizer menjadi yang pertama mengumumkan kandidat vaksin corona BNT162b2 diklaim memiliki keampuhan 95 persen.

Disusul perusahaan farmasi AS, Moderna yang mengklaim kandidat avaksinnya, mRNA-1273 memiliki efektivitas mencapai 94, 5 persen.

(Associated Press/evn)

[Gambas:Video CNN]