Pekerja Surabaya Demo Omnibus Law, Menghasut Masyarakat Ikut Aksi

Surabaya, CNN Indonesia —

Ratusan buruh menggelar aksi demonstrasi di aliran Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, Selasa (6/10). Mereka menyuarakan penolakan RUU  Omnibus Law Cipta Kerja yang baru saja disahkan oleh DPR dalam rapat paripurna kemarin.

Ketua Konfederasi Konsorsium Pekerja Surabaya, Dendy Prayitno mengutarakan aksi unjuk rasa akan langsung dilakukan hingga 8 Oktober mendatang. Aspirasi yang disuarakan tetap sesuai, yaitu menolak Omnibus Law Membentuk Kerja.

Mereka menganggap bahwa DPR terlalu cepat mengesahkan UU bermasalah itu. Para buruh lalu menyalurkan aspirasinya kepada DPRD Jawa Timur agar menyampaikan ke pusat.


“Kita ingin menyampaikan aspirasi biar didengar jajaran DPRD Jawa Timur. Karena begitu cepatnya DPR RI, tanggal 5 kemarin diketok, ” kata Dendy di depang Gedung DPRD Jawa Timur, Selasa (6/10).

“Tuntutan hari itu agar Presiden Jokowi membuat Perppu mencabut UU Omnibus Law, dengan meresahkan dan merugikan rakyat pada umumnya, ” sambungnya.

Dendy lalu mengutarakan gelombang unjuk rasa juga mau dilakukan kembali pada 7 serta puncaknya pada 8 Oktober. Tempat mengajak masyarakat untuk ikut beserta turun ke jalan.

“Tanggal 8 Insyaallah akan seluruh pekerja akan hadir di sini, jumlahnya ribuan. Masyarakat yang bagak menyampaikan benar adalah benar, salah adalah salah, mari tanggal 8 kita sampaikan serentak, ” ucapnya.

Kalangan buruh di berbagai daerah menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang diusulkan pemerintah dan baru saja disahkan rapat paripurna DPR pada Senin kemarin (5/10).

Para-para buruh merasa RUU Omnibus Law Cipta Kerja cenderung menguntungkan pengusaha dan merugikan kaum pekerja. Selain demonstrasi, buruh juga berencana lumpuh nasional sebagai sikap penolakan.

(frd)

[Gambas:Video CNN]