Jakarta, CNN Indonesia —

Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan penjualan Honda pada Juli 2021 terbantu relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM-DTP). Penjualan retail Honda naik 8,7 persen.

HPM mengapresiasi PPnBM 0 persen yang diperpanjang hingga Agustus.

“Untuk penjualan retail sebesar 8.234, atau naik 8,7 persen bila dibandingkan dengan bulan lalu. Tentunya adanya PPKM dan (perpanjangan) PPnBM ini sudah dipertimbangkan matang-matang oleh pemerintah, bersama dengan kondisi ekonomi (nasional),” kata Yusak dalam jumpa pers virtual dikutip dari Antara, Selasa (10/8).


Pemerintah resmi memperpanjang diskon PPnBM mobil hingga 100 persen mulai Juni hingga Agustus 2021. Relaksasi tersebut berlaku untuk berbagai jenis model kendaraan berkapasitas mesin 1.500cc hingga 2.500cc.

Saat disinggung mengenai dampak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terhadap penjualan kendaraan di Honda saat ini, Yusak mengatakan bahwa memang sempat terjadi penurunan penjualan terutama di bulan pertama penerapan PPKM.

“Memang, penetrasi pasar tidak terlalu turun seiring dengan adanya pandemi. Kebijakan PPKM ini juga akan kami monitor terus. Pemesanan kendaraan ada penurunan di bulan lalu. Tapi, ada inden di beberapa model dan daerah, sehingga kami fokus untuk delivery ke customer secepatnya. Kami fokus ke back order yang sudah ada untuk konsumen,” jelas Yusak.

Sebelumnya Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengumumkan hasil penjualan mobil baru secara whole sales (pabrik ke diler) sepanjang semester satu 2021, sebanyak 393.469 unit mobil.

Ditopang relaksasi pajak dan upaya perusahaan otomotif merambah sektor digital, penjualan mobil baru semester I tahun ini mampu melonjak jika dibandingkan penjualan periode yang sama tahun lalu sebesar 260.932 unit, atau naik 50,7 persen secara year-on-year.

Tingginya kenaikan pada tahun ini dapat dipahami karena pada 2020, penjualan mobil baru di Indonesia mengalami penurunan drastis, imbas pandemi Covid-19. Penjualan pada April-Juni 2020 bahkan mencapai rekor terendah yakni sebanyak 7.868 unit, 3.551 unit dan 12.623 unit secara berurutan.

(Antara/mik)

[Gambas:Video CNN]