Jakarta, CNN Indonesia —

Pihak kepolisian menegaskan siap menghadapi permohonan gugatan sidang praperadilan besar orang terduga teroris terkait status dan proses penangkapan para terduga yang diajukan oleh pihak keluarga di Makassar .

“Tentunya kita akan hadapi, tidak ada masalah, ” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan kepada CNNIndonesia. com , Sabtu (19/6).

Zulpan menjelaskan bahwa saat tersebut Polda Sulsel telah berkoordinasi dengan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri untuk menghadapi gugatan praperadilan kedua terduga teroris.


“Saya kira tidak ada masalah. Tapi saya mengimbau kepada pihak pengacara kalau yang dipersoalkan adalah surat perintah penahanan. Semua sudah ada titah penahanan. Kalau yang dipermasalahkan pihak keluarga adalah surat penahanan, pihak Densus sudah mengirim ke pihak tanggungan sesuai KTP, ” jelasnya.

Saat ini, sebut Zulpan seluruh tersangka teroris dengan ditahan di Rutan Mapolda Sulsel berjumlah 56 orang. Mereka ditetapkan sebagai simpulan setelah pihak penyidik Densus 88 telah memiliki dua alat bukti yang sempurna.

“Masih ada 56 orang, semuanya masih ditahan di Polda Sulsel. Nanti kalau pemeriksaannya telah tuntas, mungkin akan di bawa ke Jakarta, ” paparnya.

Sebelumnya, Humas Pengadilan Negeri Makassar, Sibali membenarkan saat dikonfirmasi. Ia mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima pengajuan praperadilan oleh keluarga terduga teroris yang didaftarkan melalui kuasa hukumnya.

“Iya sudah ada, sidangnya mau digelar secara terpisah secara dipimpin majelis hakim tunggal, ” kata Sibali pada CNNIndoenesia. com.

Terpisah, kuasa hukum terduga teroris, Ketua Lembaga Bantuan Patokan (LBH) Muslim, Abdullah Mahir mengatakan pihaknya telah memasukkan gugatan praperadilan sejak tanggal Kamis 10 Juni kemarin.

“Sudah tersedia jadwal sidang akan digelar pada 7 Juli mendatang, ” kata Abdullah Mahir.

Alasan pengajuan praperadilan ini jelas Abdullah Mahir sebab tidak adanya kejelasan kedudukan terhadap Muslimin dan Wahyudi dan masih menjalani penahanan di Rutan Polda Sulsel.

“Sampai masa ini, belum ada kejelasan status dari mereka, sehingga pihak keluarga mengajukan praperadilan, ” ujarnya.

(mir/ain)

[Gambas:Video CNN]