Prank Daging Kurban Sampah, Youtuber Palembang Ditangkap

Palembang, CNN Nusantara —

Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang menangkap Youtuber Edo Dwi Putra (24) dan Diky Firdaus (20) dengan membuat konten video  prank bagi-bagi  daging kurban berisi sampah .

Buntut video prank keturunan kurban sampah itu, keduanya diancam dengan pasal 14 KUHP mengenai penyebaran berita bohong serta UNDANG-UNDANG ITE pasal 27 ayat 1 ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun.

Kapolrestabes Palembang Komisaris Besar Anom Setiyadji mengutarakan, kedua Youtuber tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara dua yang lain yang bertugas sebagai kameramen buron setelah masuk dalam daftar pekerjaan orang (DPO).


Anom menjelaskan, penangkapan terhadap kedua orang tersebut diawali dibanding viralnya video di kanal Youtube Edo Putra Official berjudul ‘PRANK BAGI BAGI DAGING KE EMAK-EMAK ISINYA SAMPAH #THEREALPRANK’. Video prank daging kurban sampah itu berdurasi 11 menit 57 detik itu berisi Edo yang sedang membagikan kantong plastik yang disebut warga kurban padahal berisi sampah.

Hingga berita ini dibuat, video prank daging kurban kotor itu sudah ditonton lebih sebab 867 ribu kali dengan like sebanyak 5, 6 ribu serta dislike sebanyak 116 ribu. Tinjauan di video tersebut pun berisi lebih dari 35 ribu ucapan.

“Perbuatan kedua tersangka membuat video prank sampah telah membuat kegaduhan di masyarakat. Beberapa orang mengecam aksi tersebut sehingga kita tahan pelakunya, ” ujar Anom, Senin (3/8).

Edo diketahui mengunggah  video prank warga kurban sampah tersebut pada Jumat (31/7). Tak berapa lama sejak diunggah, video tersebut menghebohkan dunia media sosial. Video tersebut tersebar di beberapa media sosial selain Youtube seperti instagram, facebook, & twitter.

Tim Patroli Siber Polrestabes Palembang mendeteksi adanya kegaduhan tersebut dan segera mengabulkan penyelidikan. Pada Sabtu (1/8), penjaga segera menangkap Edo dan Diky di kediaman mereka masing-masing. Sementara dua kameramen yang merekam video prank daging kurban sampah tersebut, yakni Hadi Jaya Karim serta Istiqomah alias RAAM hingga masa ini masih buron.

“Dalam pembuatan video ini ada empat orang yang terlibat, dua orang sudah kita tangkap dan dua lainnya sedang dikejar oleh anggota kita, ” ujar tempat.

Muda berujar, berdasarkan pengakuan Edo  video prank daging kurban sampah itu dibuat untuk meningkatkan jumlah subscriber kanal Youtube Edo Putra Official. Namun video yang dibuat dianggap tidak mendidik dengna memberikan sak berisi sampah yang disebut jadi daging kurban.

“Dalam pembuatan konten tersebut korbannya ialah orangtua pelaku sendiri. Ini sudah di-setting tersangka. Akunnya juga kita sita. Ini jadi untuk pengalaman dan pembelajaran bermedsos yang cara, ketika memproduksi menyiarkan konten tetap dinikmati khalayak umum, ” sirih dia.

Polisi menyita barang bukti berupa ponsel, akun email dan seluruh akun medsos milik tersangka. Beberapa saksi biar telah diperiksa dalam perkara gambar prank daging kurban sampah tersebut.

Edo  yang telah ditetapkan sebagai tersangka mengaku menyesal telah membuat konten video prank daging kurban sampah itu. Tempat meminta maaf kepada seluruh asosiasi atas kegaduhan yang disebabkan sebab dirinya.

“Saya benar menyesal telah membuat konten tersebut. Idenya dari saya sendiri, tidak ada dari inspirasi Ferdian Paleka, “kata Edo.

Dirinya berujar, dua korban dalam gambar prank tersebut merupakan ibu rahim dan orang tua angkatnya tunggal. Dirinya pun mengakui bahwa video tersebut memang setingan  dan sudah dijelaskan kepada orang tuanya itu untuk membuat video tersebut.

“Awalnya ibu menolak tapi tetap saya lakukan. Sebelumnya beta juga pernah buat video prank THR isi amplop kosong yang korbannya teman  saya sendiri, ” kata dia.

Dia  mengaku telah mewujudkan kanal Youtube tersebut sejak 2019. Awalnya Edo mengisi konten gambar kanal tersebut berupa teaser gambar berita. Hingga saat ini, Edo mengaku dapat mengantongi Rp5 juta dari penghasilan kanal tersebut.

Seiring  waktu, Edo tetap berambisi meningkatkan jumlah subscriber secara membuat konten-konten yang berhubungan secara sampah. Bahkan untuk memancing penambahan subscriber, Edo pun berjanji hendak membuat konten memakan rambut kemaluan apabila jumlah subscribernya menembus nilai 10 ribu.

Terisolasi, paman Edo, Makmun (38) berniat keponakannya bisa dibebaskan karena kejadian tersebut dianggap hanya kenakalan & keisengan remaja.

“Sebenarnya itu sudah di setting, karena korban juga adalah ibunya tunggal. Kepentingannya cuma buat konten. Ini hanya kenakalan remaja, kalau tumpuan kami bisa dibebaskan, ” sekapur Makmun.

(idz/gil)

[Gambas:Video CNN]