Bandung, CNN Indonesia —

Gubernur Jawa Barat Ridwan Lengkap yang juga Ketua Komite Kebijaksanaan Penanganan Covid-19   dan Perbaikan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar mengucapkan, Kota Depok akan menggelar simulasi penyuntikan  vaksin virus corona di dalam pekan ini.

Pria yang karib disapa Emil tersebut menyatakan simulasi tersebut dilakukan buat memberi gambaran kesiapan Jabar menyerahkan vaksin Covid-19 kepada warga nantinya.

“Minggu ini tersedia rencana kami melakukan simulasi persiapan penyuntikan vaksin di Depok, jalan Kamis, ” kata Emil dalam jumpa pers virtual, Senin (19/10).


Dia mengatakan kesibukan simulasi penyuntikan vaksin dilakukan sebagai respons persiapan adanya gelombang mula-mula vaksin Covid-19 sebanyak 9, 1 juta ke RI. Vaksin tersebut diprioritaskan ke daerah yang menjelma episentrum tinggi yaitu kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

“Sehingga Jawa Barat mengajukan kurang lebih 3 juta vaksin untuk daerah Bodebek dan akan kita simulasikan kesiapan, ” ujar Emil.

Mantan  Wali Praja Bandung itu juga mengaku akan melihat kesiapan Bodebek dalam tiruan nanti. Sebab, baru ada sekitar 1. 000 tenaga penyuntik vaksin yang sudah terlatih.

“Sehingga akan kita simulasikan apakah seribu tenaga ini memadai atau harus ditambah, ” ujarnya.

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan akan melakukan vaksinasi Covid-19 kepada 9, 1 juta orang dalam akhirusanah jika dapat lampu muda dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ustaz Indonesia (MUI).

Pemimpin RI Joko Widodo (Jokowi) pun meminta pelibatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Atas jadwal itu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Dirjen P2P Kemenkes) Achmad Yurianto mengatakan vaksin tersebut berasal dari tiga kandidat vaksin yang telah main sama dengan Indonesia yakni Sinovac, Sinopharm (G24), dan Cansino.

Rinciannya, Sinovac akan menyampaikan 3 juta dosis vaksin yang terbagi 1, 5 juta di November, dan 1, 5 juta dosis pada Desember; Sinopharm (G24) sebanyak 15 juta dosis vaksin; dan CanSino 100 ribu jumlah.

Totalnya berjumlah 18, 1 juta dosis vaksin yang akan diberikan dua kali kepada setiap orang. Khusus untuk CanSino, hanya dibutuhkan satu kali penyuntikan untuk satu orang.

“Sehingga jika ditotal pada November-Desember kita sudah mendapat kepastian, ketersediaan vaksinasi untuk digunakan kepada 9, 1 juta orang, ” prawacana Yuri dalam konferensi pers daring ‘Update Kesiapan Vaksin Covid-19 dalam Indonesia’, ” Senin (19/10).

Yuri mengutarakan pemberian vaksin rencananya setelah mendapat izin emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat serta Makanan (BPOM) Indonesia, dan sudah dipastikan halal oleh Majelis Masukan MUI.

Kedua izin tersebut hingga kini masih pada proses finalisasi. Namun jika berjalan sesuai rencana, maka kepastian permisi EUA dan kehalalan vaksin sudah bisa didapat pada November.

Dengan demikian, menurut Yuri, vaksin Covid-19 sudah bisa berangkat disuntikkan secara bertahap pada akhir November 2021 ini.

Urutan pertama yang akan dikasih vaksin pada tahun ini merupakan tenaga medis, petugas laboratorium dengan memeriksa spesimen Covid-19, petugas contact tracing Covid-19. Yuri mengatakan, ada sekitar 2, 1 juta orang dalam kategori ini yang sudah tercatat oleh Kemenkes.

Susunan selanjutnya adalah anggota BPJS Penyambut Bantuan Iuran atau PBI. Tetapi pihaknya masih menyiapkan mekanisme teknis penyuntikan lebih lanjut. Vaksinasi di dalam kelompok pertama ini juga telah dijamin APBN sehingga tidak dipungut biaya.

(hyg/kid)

[Gambas:Video CNN]