Jakarta, CNN Indonesia —

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan pihaknya optimistis kebangkitan ekonomi dan lapangan pekerjaan sudah di depan mata.

“Ada 34 juta orang masyarakat Indonesia hidupnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sub sektor ekonomi kreatif lainnya untuk berkembang harus mengikuti digitalisasi,” ujar Sandiaga saat menjadi pembicara dalam The International Conference On Entrepreneur Ciputra University, Kamis (26/8).

Menurutnya anak muda di masa pandemi kian kreatif dalam menciptakan peluang dan dapat dengan percaya diri apabila sudah bisa memanfaatkan setiap peluang yang ada. Ada yang berjualan online melalui produk-produk kulinernya, membuka toko online sampai anak muda yang membuat konten.


“Ini tugas saya sebagai menteri, saya akan membantu masyarakat untuk memaksimalkan peluang seperti ini membangun berbagai ketrampilan yang dibutuhkan untuk masa depan,” kata Sandiaga.

Selama masa pandemi hampir 34 juta pelaku Parekraf yang terkena dampak dan mengalami resiko penurunan secara signifikan, baik dari sisi ekonomi dan juga kesehatan. Namun dengan semangat dan mindset enterpreneurship, Sandiaga yakin semua dapat beradaptasi dan terus berinovasi serta berkolaborasi dengan berbagai pihak.

Agar memaksimalkan peluang yang ada dan lapangan kerja tetap terjaga serapannya, maka perlu ada transformasi dalam usaha diantaranya transformasi digital dan teknologi seperti Fintech dan e-commerce.

“Kita harus hidup berdampingan dengan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dan disiplin. Bagaimana kita mensertifikasi semua industri pariwisata dan ekonomi kreatif dengan CHSE juga bagaimana kita melakukan antisipasi crowd kontrol yang mengacu pada Prokes yang ketat dan disiplin, secara nature dan culture dan Pemasaran dilakukan berdasarkan target dan segmen,” jelas Sandiaga.

Sandiaga kemudian menceritakan pengamatan entrepreneurship yang pernah ia rasakan di era krisis ekonomi pada 1997 silam.

“Ini merupakan tahun kedua pandemi. Saya juga mengalami krisis pada 1997 sebagai entrepreneur. Sekarang krisis dari sisi ekonomi dan kesehatan,” ucap Sandiaga Uno.

Pihaknya kini tengah mengusahakan berbagai upaya untuk membantu meringankan beban RS yang merawat pasien Covid-19. Sandiaga juga mendorong agar PHK tidak kembali terjadi.

Sandiaga menjelaskan, kondisi saat ini memang menjadi serba sulit. Bagaimana semua kegiatan dibatasi. Akibat pandemi resiko muncul dengan penutupan hotel dan restoran sementara. Bahkan ada yang tutup permanen, namun ada juga yang malah menjual aset-aset mereka karena gagal bayar kredit, investasi, dan modal kerja.

“Dan yang paling saya sayangkan adalah pengurangan karyawan atau Pemutusan Hubungan Kerja. Ini adalah hal yang perlu kita mitigasi agar tidak lebih banyak lagi orang yang kehilangan mata pencaharian dan lapangan pekerjaan,” pungkas Sandiaga.

(osc)

[Gambas:Video CNN]