Sekjen PASI: Balap Lari Liar Mampu Diarahkan

Jakarta, CNN Nusantara —

Sekjen Pengelola Besar Persatuan  Atletik Seluruh Nusantara ( PB PASI ) Tigor Semenanjung menyebut fenomena  balap lari garang yang viral di media baik bisa menjadi sebuah ajang pencarian bakat atlet jika diarahkan.

Tigor kepada CNNIndonesia. com mengatakan balap lari liar merupakan fenomena sosial di masyarakat yang sudah terjadi sejak lama. Apalagi ia tak menampik jika banyak atlet atletik nasional yang dulunya berasal dari balap lari garang tersebut.

“Bukan hanya [Lalu] Zohri, Safwaturahman, M. Fadlin & beberapa atlet atletik yang sudah menjadi bintang dari NTB [Nusa Tenggara Barat] itu alumni lomba lari jalanan, ” kata Tigor melalui sambungan telepon, Selasa (15/9).


Lanjut Tigor, dia juga mendengar jika di Lombok, NTB sampai ke Bima pada Nusa Tenggara Timur (NTT) lomba balap lari sudah menjadi konvensi turun temurun yang digelar zaman bulan puasa. Biasanya lomba balap lari digelar menjelang magrib atau biasa disebut ngabuburit.

Pelari Putra Lalu Muhammad Zohri saat mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Atletik di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa, 3 September 2019. PB PASI terus memberikan latihan kepada atlet-atlet atletik sebagai persiapan ajang SEA Games 2019 di Filipina. Lalu Zohri  pernah memasukkan lomba lari jalanan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Bahkan dalam Bima, NTT, menurut cerita yang didengar Tigor ada juga balap lari yang mengadu antara manusia dengan kuda. Tigor merasa heran belakangan kebiasaan atau tradisi di daerah itu bisa muncul ke Jakarta dan sekitarnya.

Sisi negatifnya, fenomena balap lari liar dianggap meresahkan buat masyarakat sekitar. Bahkan, sebanyak 12 pemuda diamankan pihak kepolisian dari gerak-gerik balap liar di kawasan Ciledug, Tangerang, karena menutup jalan.

“Saya mendengar ini ribut-ribut karena pelanggaran dilakukan di timah umum, jalannya di tutup sehingga menyusahkan orang lain. Kemudian penontonnya bisa ratusan orang, apalagi sekarang kan sedang pandemi tidak boleh ada keramaian. Belum lagi itu lari tidak pakai sepatu mampu cedera. ”

“Tapi kalau di lihat dari sisi olahraga, kami tangkap ini jadi gejala positif bahwa ternyata karakter suka nonton lomba lari. Kemudian juga lomba lari bisa dikomersialkan. Sebaiknya ini diarahkan menjadi kesibukan yang terorganisir. Misal, ada event organizernya , kemudian mereka menghubungi PASI supaya mampu mengikuti aturan. Tidak perlu metode yang rumit, tapi sesuai, ” jelas Tigor.

Banner gif video highlights MotoGP

Fenomena balap mangkir liar ini disebut Tigor memang bisa masuk program pencarian bakal yang sudah dilakukan PB PASI sejak lama. Seperti yang dilakukan PASI di kampung-kampung, antarsekolah maupun tingkat kecamatan.

“Sejak masih ada Pak Bob [Hasan], kan telah ada ini. Kami buat lomba lari sprint, tidak perlu 100 meter tapi misalnya 60 meter, sesuaikan usianya. Lalu tidak perlu di lintasan, bisa di suket, tanah atau aspal. DKI Jakarta, sudah bertahun-tahun menyelenggarakan lomba sprint antar SMP, SMA, SD pada Lapangan Rawamangun. ”

“Kalau yang liar itu membangun tidak tahu mereka usia berapa, seperti apa kemampuannya. Tapi itu bukan berarti suatu kreativitas yang harus kita bunuh, tapi kudu diarahkan. Bisa jadi area scouting buat kami, karena di semua nomor atletik, kecuali jalan segera dibutuhkan sprint. Mudah-mudahan yang sekarang viral bisa dibina, bisa maka bibit. Mesti diarahkan supaya tak melanggar, ini bisa dikembangkan, ” ungkap Tigor.

(TTF/jal)

[Gambas:Video CNN]