Jakarta, CNN Indonesia —

Pemimpin  pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Indramayu , PG, dilaporkan ke polisi terkait kasus dugaan pencabulan .

Laporan tersebut dilayangkan ke Polda Jawa Barat dan teregister secara nomor LP/B/212/II/2021  dengan target berinisial K.

“Iya ada [laporan]. Kita sudah diterima bulan Februari itu, ” sebutan Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago saat dihubungi, Selasa (20/4).


Erdi mengucapkan laporan itu masih di proses penyelidikan. Beberapa saksi, katanya,   masih perlu dimintai keterangan. Pihak terlapor, PG, sudah pernah diperiksa oleh penyidik terkait keterangan tersebut.

“Terlapornya sepertinya sudah dimintai informasi, itu sudah lama, ” ucap Erdi.

Meski begitu, Erdi segan menyebut identitas saksi dengan rinci. Dia juga tidak menyebut siapa pelapor, apakah orang tua korban atau bukan.

“Sudah mau gelar perkara. Era ini masih dalam analisis, ” kata dia.

Erdi tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai materi pemeriksaan & klarifikasi dari PG  selaku terlapor.

Dari informasi yang dihimpun, sangkaan pencabulan itu dilakukan sebab PG  terhadap mantan pegawainya sendiri.

Sangkaan pencabulan itu telah terjadi sejak tahun 2018 berserakan. Disebut, bahwa pencabulan itu bermula saat korban yang bertugas di daerah Cikampek itu dipindahtugaskan ke wilayah pondok pesantren.

CNNIndonesia. com masih berupaya mengontak pihak PG  dan Ponpes terkait kasus ini.

(dis/hyg/gil)

[Gambas:Video CNN]