Jakarta, CNN Indonesia —

Direktorat Jenderal Pendidikan Luhur Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Penelitian dan Teknologi ( Kemendikbudristek ) menyatakan mata belajar startup   digital yang sempat diwacanakan tetap dipastikan hanya bersifat opsional.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek Paristiyanti Nurwardani menyebut timbil kuliah itu merupakan arah dari program Merdeka Menelaah sehingga dapat diambil sebab mahasiswa yang berminat sekadar menjalankan program tersebut.

“Kami akan dorong hadirnya timbil kuliah Startup Digital di dalam tahun 2022 namun perlu kami luruskan bahwa sifatnya opsional seperti program kewirausahaan yang selalu jadi opsi sebagai bagian dari Kampus Merdeka, ” kata Paris dalam keterangan tertulis dengan diterima CNNIndonesia. com, Selasa (18/5).


Paris sekaligus menegaskan sekitar ini mata kuliah wajib kurikulum (MKWK) Dikti secara nasional adalah empat mata kuliah, yakni Bahasa Indonesia, Kewarganegaraan, Agama, dan Pancasila. Sehingga dipastikan mata pelajaran start-up digital tak mengakar dalam kategori wajib.

“Dengan demikian start-up Digital bukan MKWK. Bila otoritas perguruan tinggi ingin menyempurnakan kurikulum yang relevan dengan era digital, dengan menambahkan mata kuliah start-up digital menjadi mata belajar tambahan atau pilihan, oleh karena itu dapat diputuskan secara otonom, ” jelasnya.

Lebih lanjut, Paris membaca, mata kuliah Startup Digital ini merupakan bagian daripada kolaborasi antara Ditjen Dikti dengan Kementerian Komunikasi & Informatika, yang sesuai jadwal akan dihadirkan di 2022.

Namun demikian, Paris mengatakan tahun ini pihaknya sudah mulai melatih dosen-dosen dengan akan mengampu mata pelajaran tersebut. Selain itu, di program Dikti di tahun 2021 ditargetkan sebanyak 100 ribu partisipan dosen serta mahasiswa mengikuti pelatihan tersebut.

Program tersebut disebut jadi wadah pemberi pendampingan dan pemberdayaan negeri startup digital di Indonesia, yang terdiri atas enam tahapan, yakni ignition: kongres daring dari pelaku & regulator industri startup, networking: kegiatan antar peserta, workshop: pembekalan pengetahuan teknis serta nonteknis membangun startup, hacksprint: aktivitas membuat produk minimum siap uji, bootcamp petunjuk mentor, dan incubation: mentoring khusus.

“Melalui hal ini nantinya mahasiswa dapat semakin mudah mengembangkan diri sesuai dengan minat dan kompetensinya masing-masing supaya dapat bersaing di negeri kerja, ” pungkasnya.

(khr/psp)

[Gambas:Video CNN]