Jakarta, CNN Nusantara —

Aktivis politik Hong Kong , Joshua Wong , dilaporkan kembali ditangkap ketika menyambangi kantor polisi untuk melapor.

“Joshua ditangkap ketika melapor ke Markas Pusat Kepolisian Hong Kong sekitar pukul 13. 00 keadaan ini. Dia dituduh ikut mengikuti dalam unjuk rasa tidak benar pada 5 Oktober lalu. Dia juga disebut melanggar UU anti-masker, ” demikian isi pernyataan dengan disampaikan melalui akun Twitter Joshua Wong, seperti dikutip CNNIndonesia. com , Kamis (24/9).

[Gambas:Twitter]


Padahal pada Rabu kemarin, Joshua menghadiri sidang gugatan di Pengadilan Tinggi, atas kesimpulan Komisi Pemilihan Hong Kong dengan mencoretnya dari daftar calon bagian dewan.

Hakim di Pengadilan Tinggi yang menangani kejadian itu, Anderson Chow, menolak aplikasi uji materi yang diajukan Wong dengan alasan pemohon keliru dalam memilih prosedur hukum untuk menggugat keputusan itu.

Wong adalah satu-satunya kandidat yang dicoret dari bakal calon anggota majelis, dalam pemilihan umum Hong Kong pada 2019. Padahal saat itu kandidat lain dari kelompok pro-demokrasi menang mutlak.

Wong menyatakan kecewa dengan keputusan meja hijau tersebut.

“Apapun yang terjadi, saya berharap dunia mengetahui bagaimana sistem patokan di Hong Kong saat ini di bawah tekanan China, & bagaimana aktivis dan kelompok pro-demokrasi di Hong Kong akan bertemu kesulitan lain untuk melanjutkan perjuangan kami, ” kata Wong pada jumpa pers usai mendengarkan keputusan hakim, seperti dilansir Associated Press.

Wong dan rekan-rekan aktivisnya sempat mendirikan partai politik Demosisto, sebagai upaya mereka memperjuangkan demokrasi di Hong Kong. Namun, partai itu bubar setelah China mengesahkan UU Keamanan Nasional Hong Kong pada 30 Juni lulus.

Lelaki berusia 23 tahun itu pernah dua kala dipenjara. Pertama pada Agustus 2017 dengan alasan Wong dan sejumlah rekannya karena turut dalam kesibukan menduduki alun-alun Hong Kong dalam aksi demo 2014.

Lantas pada Januari 2018, Wong kembali divonis bersalah karena tidak mematuhi perintah petugas supaya para aktivis angkat bermalas-malasan dari kawasan Mong Kok dengan diduduki selama demo besar di 2014.

Sebagian penduduk Hong Kong dilaporkan berniat kabur ke Inggris atau Taiwan karena aspirasi politik mereka tidak sepakat dengan pemerintah setempat.

(Associated Press/ayp)

[Gambas:Video CNN]