Tokoh Walhi Siapkan Saksi Penggeledahan Tak Sesuai Prosedur

Jakarta, CNN Indonesia —

Aktivis Walhi , Zenzi Suhadi akan menyiapkan bukti dan bukti untuk membantah bagian Polres Metro Jakarta Selatan terpaut penggeledahan yang tak sesuai modus dalam sidang  praperadilan lanjutan dengan digelar besok, Rabu (26/8).

“Ada saksi dari yang melihat kejadian (penggeledahan) itu serupa apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian, dan juga bukti, ” kata kuasa hukum Zenzi, Judianto Simanjuntak kepada CNNIndonesia. com , Selasa (25/8).

Judianto menyuarakan dalam sidang praperadilan Selasa, Polres Metro Jaksel membantah tudingan atas permohonan praperadilan yang dilayangkan pihaknya.


“Termohon membantah permohonan yang diajukan termohon mengenai ketidakabsahan penggeledahan yang dilakukan oleh pihak Polres Jaksel, itu yang itu sangkal, ” ujarnya.

Sebelumnya, aktivis Walhi Zenzi Suhadi mengajukan gugatan praperadilan terkait dengan tindakan yang dilakukan oleh penyidik narkotika Polres Jakarta Selatan dalam melakukan penggeledahan tanpa prosedur.

Judianto membaca penggeledahan itu terjadi pada 23 Juli lalu sekitar pukul 23. 00 WIB. Saat itu, panti Zenzi tiba-tiba didatangi oleh kira-kira 7 hingga 9 orang bagian Polres Metro Jakarta Selatan.

Pihak kepolisian berdalih kehadiran mereka adalah untuk menindaklanjuti laporan dugaan penyalahgunaan narkotika.

Judianto menyebut aparat kepolisian dengan datang tidak memperkenalkan diri serta menunjukkan selembar surat yang hanya sekilas terlihat.

“Tidak bisa langsung melangsungkan geledah tanpa menunjukkan surat suruhan penggeledahan, itu adalah syarat KUHAP, itu ada pelanggaran terhadap KUHAP, sehingga kita praperadilankan. Ini membentuk ketidakabsahan, ada indikasi penyalahgunaan wewenang, ” kata Judianto kepada CNNIndonesia. com , Senin (24/8).

(dis/fra)

[Gambas:Video CNN]