Tumpuan Subsidi Upah Tahap 2 Bisa Diwariskan

Jakarta, CNN Indonesia —

Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahap kedua dengan disalurkan oleh pemerintah dinyatakan tentu dapat diterima oleh ahli pengampu apabila penerima bantuan diketahui meninggal dunia.

Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Reza Hafiz menyebutkan bahwa penyaluran BSU tahap kedua sedang dilakukan oleh Kemnaker untuk masa November-Desember 2020.

Pada BSU tahap dua ini, jika penerima bantuan sudah meninggal dunia, maka BSU tentu dapat diterima oleh ahli waris sah yang bersangkutan.


“Selama rekeningnya masih aktif, sesudah ditransfer nantinya bisa dilakukan pemindahbukuan ke darah daging. Sudah sebanyak 90 persen pekerja penerima bantuan telah mendapatkan BSU tahap dua itu, ” jelasnya dalam Dialog Berguna dengan tema ‘Sudah Sampai Mana Implementasi BSU Tahap Dua? ‘ di Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kamis (10/12).

Dia menyebutkan bahwa Kemnaker menyungguhkan penyaluran BSU tahap pertama & kedua telah berdasarkan akuntabilitas dengan tinggi. Masyarakat pun bisa mengakses seluruh program ini langsung di dalam situs dan media sosial Departemen Ketenagakerjaan.

“Secara kejernihan, sudah kami lakukan upaya-upaya tersebut. Termasuk juga datanya, tidak ada yang diotak-atik, ” jelas Reza.

Ia  mengatakan kalau penerima BSU mencapai 12. 403. 896 orang. Adapun, syarat & jumlah penerima tetap sama secara BSU tahap pertama.

Syarat tersebut  meliputi  warga negara Indonesia (WNI), pekerja aktif cagaran sosial, pekerja atau buruh penyambut gaji, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan bulan Juni 2020, & memiliki akun aktif pada Jamsos Ketenagakerjaan dengan upah atau honorarium di bawah Rp5 juta.

“Pekerja penyambut upah adalah mereka yang didaftarkan oleh perusahaan ke dalam BPJS Ketenagakerjaan, ” ujarnya.

Penyaluran tahap pertama yang dibantu oleh Komite Penanganan Covid-19 & Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) serta Kementerian Keuangan pada masa September-Oktober 2020, telah selesai dilakukan.

Meskipun terdapat penambahan jumlah pekerja yang terdampak Covid-19, Kemenaker tidak dapat menambah total penerima BSU pada tahap ke-2 ini.

“Tetapi di luar itu masih banyak, masih ada beberapa bantuan yang asing. Contoh, ada padat karya di masing-masing kementerian, dan ada kartu pra kerja yang menjadi tumpuan bagi para pekerja untuk Covid-19, baik yang PHK maupun dirumahkan, ” terang Reza.

Kemnaker berharap para-para penerima BSU dapat memanfaatkan tumpuan sebaik-baiknya untuk keperluan sehari-hari.

“Berdasarkan pengalaman saya dengan Ibu Menteri, banyak yang menggunakan untuk bayar sekolah, bayar pinjaman dan beli kebutuhan sehari-hari, kesehatan juga, ” katanya.

Reza juga berharap di masa pandemi, masyarakat dapat membeli barang-barang atau produk lokal buatan dalam negeri. Menurut dia, pemulihan ekonomi sama pentingnya dengan upaya buat mencegah penularan Covid-19.

Selain itu, masyarakat diharapkan tanpa lupa untuk tetap disiplin mewujudkan protokol kesehatan 3M, yakni mencantumkan masker, menjaga jarak dan membersihkan tangan.

(ang/rea)

[Gambas:Video CNN]