Walhi Kecam Pembakaran APD Corona Depan Makam Adat di Manado

Jakarta, CNN Indonesia —

Wahana Lingkungan Hidup Nusantara ( Walhi ) Sulawesi Utara mengecam aksi pembakaran limbah Alat Penjaga Diri ( APD ) di area Pemakaman adat Bantik, Kecamatan Singkil, Kota Manado , Sulut. Pembakaran APD itu diduga dilakukan oleh awak petugas penanganan virus corona ( Covid-19 ) dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kandou, Manado.

“Proses yang terjadi zaman ini yang kita lihat dalam lapangan, bahwa memang jelas mengabaikan peraturan lingkungan hidup dan menyalahi UU Persampahan No 18 tahun 2008 pasal 29 ayat 1B, ” kata Direktur Eksekutif Walhi Sulawesi Utara Theo Runtuwene dikutip dari siaran CNNIndonesia TV , Jumat (7/8).

Theo menilai seharusnya pihak Rumah Sakit mengacu pada Tulisan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor S. 167/MENLHK/PSLB3/PLB. 3/3/2020 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Limbah B3 Medis pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan Darurat Covid-19.


“Tidak hanya bicara perkara APD, tetapi semua sampah yang dibakar secara sembarangan, itu mengabaikan peraturan persampahan, ” imbuhnya.

Untuk itu, Walhi berencana melayangkan surat protes ke tadbir dan pimpinan RSUP Kandou. Walhi juga ingin mengajak pihak RSUP Kandou untuk duduk bersama mempercakapkan dan menyelesaikan kasus dugaan tersebut.

Awalnya, temuan kejadian yang sempat tertangkap kamera tersebut disaksikan oleh salah satu awak, yang kebetulan merupakan staf Walhi Sulut, George Tumbel.

“Jadi waktu saya lewat, saya lihat mereka menghasut APD serta perlengkapan yang mereka pakai. Waktu itu juga saya sudah bertanya kepada petugas dengan ada di situ. Tapi katanya itu sudah aman karena telah disinfektan dulu baru dibakar, ” terang George.

Tatkala itu, Kabid Medik dan keperawatan RSUP Kandou Handry Takasenseran menengkari ada pegawai RSUP Kandou melaksanakan pembakaran APD di dekat makam.

“Secara tegas aku nyatakan disini, bahwa itu bukan APD milik RSUP Kandou serta bukan petugas RSUP Kandou, ” pungkas Handry.

Selama ini, lanjutnya, jalan yang terjadi di lapangan, sopir jenazah RSUP Kandou yang dilengkapi APD hanya bertugas mengantar jenazah sampai di lokasi pemakaman.

Setelah itu, proses penguburan jenazah dilakukan oleh tim himpunan tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten/Kota setempat.

Handry pula menambahkan bahwa selama ini pihaknya telah mematuhi pemusnahan limbah APD sesuai protokol kesehatan Covid-19 serta sesuai anjuran Pemerintah.

“Petugas dari RSUP Kandou yaitu sopir jenazah. Setelah proses pelimpahan jenazah selesai, sopir ini dia langsung balik kembali ke Sendi Sakit dengan masih menggunakan APD lengkap, ” sambungnya.

(khr/bmw)

[Gambas:Video CNN]